Mahasiswa Australia akan Belajar Pertanian Organik di Ponpes Sirajul Huda Paok Dandak

australia-agriculture-smk-pertanian-ponpes-lombok
Tabayyunews.com - Delapan orang Mahasiswa Australia yang sedang mengikuti Program In-Country Indonesian Language (RUILI 2018) di Mataram Lingua Franca Institute (MALFI), pada Senin (12/2) besok, akan mengunjungi Yayasan Pondok Pesantren Sirajul Huda Paok Dandak Desa Durian Kecamatan Janapria Lombok Tengah.

Ketua Harian Yayasan Ponpes Sirajul Huda Ahmad Jumaili saat ditemui Tabayyunews.com menjelaskan, Kunjungan Mahaiswa ini adalah bagian dari kerjasama Ponpes Sirajul Huda Paok Dandak dengan MALFI Mataram sejak pertengahan Maret 2017 lalu.

Lanjutnya, para mahasiswa yang akan berkunjung sebanyak 8 orang dan semuanya berasal dari Australia. Agendanya, ingin silaturrahim sekaligus belajar model pertanian organik yang diterapkan di Agribisnis SMK Islam Sirajul Huda Paok Dandak. 

"Mereka ingin melihat sekaligus belajar bagaimana bertanam organik, mulai dari proses pembibitan, pemeliharaan hingga pemanenan, karena memang inilah yang dikerjakan para santri" Jelas Jumaili.

Salah seorang pembina Pertanian, Nurudin mengatakan, tidak ada yang dipersiapkan secara khusus untuk menyambut tamu yang akan datang tersebut. Seperti kunjungan-kunjungan pejabat dan tamu-tamu sebelumnyaal, mereka akan cair menemukan seperti apa adanya,

"Nanti mereka akan belajar bersama anak-anak. Kami sekadar memantau saja" Kata Nurudin.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMK Islam Sirajul Huda Suhaili, M. Si mengaku sangat senang anak didiknya di Agribisnis dapat dikunjunjungi. Karena selain mereka mendapatkan pengalaman baru, juga menambah jaringan mereka setelah lulus dari SMK nantinya.

"Harapan kita kunjungan-kunjungan ini membuat terbukamya perspektif baru bagi anak-anak kami, bahwa pertanian itu sangat besar prospeknya, apalagi diluar negeri" Ujarnya.

Ditambahkannya, selain belajar pertanian, para Mahasiswa ini juga nanti akan berbagi pengalaman dikelas-kelas serta mengajar Bahasa Inggris selama 1 hari disemua jenjang seperti Intidaiyah, Tsanawiyah dan SMK.

"Biasanya anak-anak akan banyak bertanya bagaimana kuliah di australia, bagaimana pembejaran agamanya dan lain-lain" Pungkas Suhaili.[]