GUSDURIAN LOMBOK MEMPERINGATI HAUL GUS DUR

sewindu gusdur
PRAYA. Untuk pertama kalinya,  Gusdurian Lombok memperingati sewindu meninggalnya  K. H.  Abdurrahman Wahid atau yang akrab disapa Gus Dur.

Acara haul yang bertajuk Gus Dur &  Tradisi Dialog Kemanusiaan Lintas Iman itu di selenggarakan di Seketariat PCNU Lombok Tengah, Praya dan dihadiri oleh puluhan pemuda NU, GP Ansor Lombok Tengah,  PMII,  dan Gusdurian. (24/12/2017)

Membuka acara Haul Gus Dur,  Sekjen PCNU Lombok Tengah,  Lalu Rupawan Jhoni berharap diskusi-diskusi tentang pemikiran,  gagasan dan visi-misi kebangsaan Gus Dur terus digulirkan kedepannya.  Karena ia menilai bahwa banyak keteladan yang bisa dipetik dari pemikiran Gus Dur baik sebagai kiyai,  guru bangsa maupun sebagai tokoh pluralisme.

"Ke depan diskusi-diskusi tentang pemikiran Almarhum Gus Dur sangat penting untuk kita gulirkan karena banyak keteladanan yang bisa kita petik dari pemikiran-pemikiran Gus Dur" ujar Lalu Rupawan Jhoni dalam sambutannya, membuka diskusi.

DUA NARA SUMBER MEMAPARKAN TESTIMONINYA TENTANG GUS DUR

Sebagai pembicara pertama Yusuf Tantowi (Tokoh Pemuda NU,  Penikmat pemikiran Gus Dur),  merefleksikan keberanian Almarhum Gus Dur sebagai penantang tunggal rezim otoriter,  Orde Baru dengan gagasan-gagasan Gus Dur yang segar dan gigihnya pembelaan Gus Dur terhadap kaum minoritas yang sulit dipahami oleh masyarakat Indonesia pada masa itu.

Yusuf Tantowi menilai bahwa Gus Dur sudah tidak hanya berdakwah dengan lisan saja tapi lebih jauh lagi,  Gus Dur semenjak mudanya sudah memulai tradisi berdakwah dengan  perbuatan atau tindakan.

Bagi Yusuf Tantowi, hal tersebut bisa dimakluminya karena spektrum pergaulan Gus Dur yang cukup luas mulai dari kalangan kiyai-kiyai sepuh sampai tokoh-tokoh lintas agama,  lintas etnis,  lintas kultural sampai lintas negara. Dan betapa mendalamnya pemahaman Gus Dur tentang konsep hubungan agama,  negara dan kemanusiaan.

Yusuf Tantowi juga mdrefleksikan bagaimana sikap Gus Dur selaku tokoh pluralisme,  seringkali mengambil alih peran pemerintah untuk melindungi hak masyarakat menjalankan kebebasan berkeyakinan.

"Ada tiga hal yang menjamin keberlangsungan pluralisme di Indonesia. Pertama adanya keadilan,  kedua adanya kebersamaan dan ketiga adanya musyawarah atau dialog" ungkap Yusuf Tantowi mengutip Pemikiran Gus Dur.

Sedangkan Paox Iben,  Tokoh Gusdurian Lombok ini mengungkapkan betapa seringnya  sikap dan tindakan Gus Dur menimbulkan kontroversi di kalangan masyarakat.

Bahkan tak jarang karena sikap dan tindakan Gus Dur yang tidak mudah dipahami tersebut seringkali berujung pada penghinaan dan pelecehan pribadi Gus Dur. Walaupun pada dasarnya Gus Dur melakukan itu semua demi kepentingan bangsa.

Salah satu sikap kontroversial Gus Dur yang di kagumi Paox Iben adalah keputusan Gus Dur menjalin hubungan diplomasi dengan pemerintah Israel. Hingga Gus Dur selaku Presiden pada waktu itu dikecam oleh masyarakat yang tidak memahami jalan pikiran Gus Dur.

Paox Iben menilai bahwa Gus Dur mengambil keputusan tersebut bukan semata-mata atas kepentingan pribadi atau golongan tertentu.  Justru tindakan Gus Dur tersebut telah dipikirkan dengan matang oleh Gus Dur demi menyelamatkan nasib bangsa yang tetpuruk karena mengalami krisis ekonomi pasca reformasi.

"Jadi kalo Amerika ingin perang dengan Indonesia waktu itu,  Amerika tidak perlu mengirim pasukan atau mengirim tentara untuk mengebom Indonesia.  Kenapa? Cukup kedelai, gandum dan minyak goreng itu dihilangkan ribut sudah Indonesia.  Karena Amerika memiliki hubungan yang kuat dengan Israel dan menguasi perdagangan mata uang asing dan menguasai perdagangan kedelai dan minyak goreng yang ada di Indonesia". Demikianlah Paox Iben merefleksikan perjalanan Gus Dur kala itu yang tidak semua orang menyadarinya.(*)