Brigadir R. Cunda Girinata Hibbahkan Setengah Hidupnya Untuk Berbagi

NTB-Kampungmedia.com-
Banyak kisah yang dapat kita ambil pelajaran di dunia ini, dan banyak sekali hikmah yang dapat diambil sebagai motivasi dan kekuatan buat kita menjalani hidup yang penuh dengan tantangan dan cobaan. Sering kita putus asa ketika harapan dan keinginan tidak terwujud. Padahal dibalik itu semua sebenarnya ada hal yang patut kita syukuri sebagai kekuatan buat kita bangkit dari keterpurukan.

Salah satunya Kisah Brigadir R. Cunda Girinata Pendiri Ruang Diskusi Posko Bersama


"Perasaan bersalah tak bisa dibendung apabila mengetahui ada warga yang membutuhkan pertolongan" itulah dirasakan oleh seorang anggota Polisi yang bertugas di Polda NTB, Brigadir R.Cunda Girinata pendiri ruang diskusi Posko Bersama Relawan Kemanusiaan.

Beranjak dari pengalaman hidup yang penuh cobaan sewaktu kecil dulu membuat hati dan jiwa Nata disapanya menjadi peka terhadap sesama, usia 16 tahun telah menyandang anak yatim dan tak berselang lama menjadi yatim piatu di usia 18 tahun membuat beban hidup suguh berat dengan seorang adik perempuannya usia 15 tahun pada saat itu berjuang bersama mempertahankan hidup dan bangku sekolah.


Bermodalkan keyakinan bahwa Tuhan maha pengasih, Maha pemberi, dan Maha penyayang Alhamdulillah tahun 2008  adalah momen paling bersejarah dalam hidupnya dimana dengan segala keterbatasannya mencoba mendaftarkan diri sebagai calon anggota Polri melalui Polres Sumbawa dan cita citan pun tercapai.

Saat berbincang sejenak dikatakan rasa syukur atas apa yang didapatkan saat ini dan belajar dari kehidupan yang pernah dijalani menjadi pemicu kegiatan sosial dijalaninya sampai saat ini, Pendiri dan sekaligus Koordinator Posko Bersama merupakan terobosan besar yang di buat saat ini 34 Komunitas telah bergabung didalam Posko Bersama yang berjalan bersama untuk menuntaskan permasalahan kemanusiaan di tengah masyarakat .

Diharapkan dengan kegiatan tersebut dapat menular ke masyarakat luar sehingga rasa berbagi dan peduli terhadap sesama tumbuh kembali di tengah masyarakat kita.

Ditanyakan terkait dengan bagaimana cara membagi waktu dengan kesibukan keseharian dijelaskan "Kalo waktunya kerja ya saya harus penuhi kewajiban saya namun waktu luang saya lakukan kegiatan ini mulai dari cek warga yang membutuhkan bantuan entah berupa sembako atau alat kesehatan, mendistribusikan hingga berjalan jalan ke rumah sakit untuk melihat warga yang sakit dan butuh untuk dibantu dan Alhamdulillah sampai dengan saat ini terus berjalan," tuturnya.

Dikesempatan yang sama ia menyimpulkan bahwa apapun latar belakang kita tidaklah penting selama ada niat untuk membantu sesama dan juga sebagai seorang anggota Polri saya bisa menyentuh langsung masyarakat untuk mengetahui seperti apa penilaian masyarakat tentang Polri serta dialog tentang kerawanan di wilayahnya.
"Kalau ada Polisi yang jahil dengan masyarakat, ya itukan larinya pribadi bukan Institusi saya, "tandasnya. intinya saya juga seorang anggota Polri saya harapkan dengan kegiatan yang saya dan kawan kawan komunitas didalam Posko Bersama Relawan Kemanusiaan lainnya lakukan bisa menjadikan masyarkat dengan Polri semakin dekat.(Shi)