UNU NTB Kampus Inklusif, Ruang Ukhuwah Umat Masa Depan

Tabayyunews.com - Universitas Nadhlatul Ulama (UNU) NTB menerima kunjungan dan kuliah Umum dari Kapoda NTB Bpk. Brigjen Pol. Drs. Firli, M.Si dengan tema "merawat kebhenikaan, melestarikan tradisi menuju kejayaan NKRI" di Aula UNU NTB Jalan Pendidikan Nomor 6 Mataram pada Sabtu (29/04) Hari ini. 

Acara dibuka dengan atraksi Tari Bale Rinjani Lombok oleh Mahasiswa Sendratasik UNU NTB. Terlihat hadir, Kapolda,Brigjen Pol. Drs. Firli, M.Si , Ketua Tanfdziah PWNU NTB TGH. Achmad Taqiuddin Mansur, Wakil 2 Rektor UNU NTB Baiq. Mulianah, Ketua PW Muhammadiah NTB Ust. Palahuddin dan segenap Banom NU NTB serta ratusan Dosen dan Mahasiswa UNU NTB.

Wakil Rektor 2 UNU NTB Baiq Mulianah dalam sambutannya, mengatakan, walau baru dua tahun UNU NTB diresmikan, tetapi telah berhasil membuat warga Nahdyin Nusa Tenggara Barat bangga.

Ia menambahkan, UNU NTB mampu menjadi pemersatu ummat, baik Nahdliyin sendiri, kelompok-kelompok Islam diluar Nahdliyin bahkan juga menjadi ruang komunikasi dengan non muslim.

"Alhamdulillah, UNU NTB menampilkan diri sangat inklusif, dosen pun ada yang dari luar bahkan ada yang non muslim begitu pula Mahasiswanya" Ungkap Mulianah.

Karena itu tambahnya, UNU NTB akan semakin besar dimasa depan, karena secara tidak langsung kampus ini adalah representasi dari keberagaman warga negara.

"Maka kalo mau menjadi Muslim Indonesia dan Warga Indonesia yang baik ya masuk UNU" Tandasnya disambut tepuk tangan hadirin

Sementara itu, TGH. Taqiuddin Mansyur ketua Tanfidziah PWNU NTB menyapaikan terimakasih sedalam-dalamnya kepada UNU NTB dan semua masyarakat yang telah memberikan dukungan. K

"UNU NTB ini adalah simbol pemersatu Ummat baik di Nusa Tenggara Barat dan semua warga di Tanah Air, bagi kami, Indonesia dan Pancasila sudah final, dan melalui NU dan UNU NTB kita jaga bersama" serunya.

Sementara Kapolda NTB Brigjen Pol. Drs. Firli, M.Si mengawali materinya dengan pernyataan, NU dan Muhamadiah adalah dua organisasi yang berbeda namun tujuan didirikannya adalah sama, melawan penjajah dan melawan kebodohan.

Keberadaan dua ormas besar dirasa belum cukup saat itu. Sehingga ada yang kita dengan istilah hari sumpah pemuda. Yang mana tanggal 28 oktober 1928 silam berkumpul para pumda yang di dalamnya ada pemuda NU dan mumamadi serta non muslim.

Indonesia berazazkan pancasila sudah final. Brigjenn Bintang satu ini mengajak hadirin agar tidak ikut-ikutan dengan budaya luar. Karena kita memiliki bangsa sendiri dengan khas dan adat istiadat.

Indonesa adalah bangsa yang besar, beragam keyakinan.

Dia juga mengajak agar saling melindungi jangan ada yang saling menyakiti satu sama lain. Kita berkewajiban menjaga Pancasila, Bhenikatunggal ika, NKRI dan UUD 1945.

Dia juga mengajak agar kampus-kampus khususnya UNU NTB tepat menyanyikan lagu indonesia raya dan apel bendera minial saat 17 agustus.

Tugas Polri baginya memberikan kemanan kepada warganya. Dan keberadaan dirinya di.NTB adalah dalam menjalankan hal itu.

selain itu, Bridjen Pol. Firli banyak bicara tentang potensi daerah, baik di bidang pertantanian, wisata dan lainnya. []

Sumber : Islam Santri