IAIN Mataram Segera Jadi UIN bersama 6 Kampus


Tabayyunews.com - Untuk meningkatkan kualitas pendidikan keislaman di Tanah Air, Presiden Joko Widodo dalam waktu dekat akan meresmikan enam Universitas Islam Negeri (UIN) baru.

Hal tersebut diungkapkan, Menteri Agama (Menag) Lukman Syaifudin ketika meresmikan gedung kuliah bersama milik Universitas Islam Negeri (UIN) Sumut di Medan, Kamis (23/3) Kemarin.

Enam kampus Islam yang akan ditingkatkan statusnya dari IAIN ke UIN tersebut salah satunya adalah IAIN Mataram. 5 IAIN lainnya adalah IAIN Sultan Thaha Saifuddin di Jambi, IAIN Imam Bonjol di Padang, IAIN Raden Bintang di Lampung, IAIN Sultan Maulana Hasanuddin di Banten dan IAIN Antasari di Banjarmasin.

Menang menambahkan, Peresmian dan pengembangan perguruan tinggi Islam tersebut dilakukan sebagai langkah atisipasi dan mengakomodasi lulusan madrasah dan pesantren.

Setiap tahunnya, ribuan pemuda menyelesaikan pendidikannya di tingkat madrasah dan pesantren yang membutuhkan perguruan tinggi Islam untuk melanjutkan pendidikannya.

Jumlah tersebut dapat dilihat dari jumlah madrasah dan pesantren yang tersebar di berbagai kabupaten/kota di Indonesia.

Dari pendataan Kementerian Agama pada tahun 2016, jumlah madrasah di Indonesia mencapai 49.337 dan pesantren sebanyak 28.194 unit.

"Itu pendataan tahun lalu, sekarang kemungkinan bertambah," katanya.

Selain peresmian enam UIN, Kementerian Agama juga sedang mengembangkan 13 "mahad ali" sebagai lembaga pendidikan tinggi dengan nuansa pesantren yang lulusannya setara dengan sarjana S-1.

Dalam mengelola dunia pendidikan, khususnya pendikan Islam, Menag menekankan perlunya ditumbuhkembangkan rasa cinta di lingkungan civitas akademika masing-masing.

Rasa cinta dalam civitas akademika akan menyebabkan proses belajar mengajar akan lebih mudah dan memberikan manfaat yang lebih besar.

Menag mengaku khawatir dengan fenomena negatif yang muncul belakangan ini akibat menipisnya rasa cinta tersebut dalam dunia pendidikan.

"Ketiadaan rasa cinta itu menyebabkan mahasiswa dan dosen saling berkelahi. Itu sesuatu yang tidak pernah ada dalam keilmuan Islam," katanya.

Sumber : KBN Antara