SMK Islam Sirajul Huda Juara Debat Bahasa Inggris LKSN 2016

Juara-lksn-smk-2016
“Finalis pertama, SMK Islam Sirajul Huda…” suara load speaker itu bergema hingga luar riangan. Sekelompok orang yang sepertinya sudah menunggu dari pagi langsung berteriak histeris dan menyita perhatian banyak orang.

Bahkan seorang pria jangkung bertubuh kurus yang sepertinya tak sadar melempar kopyahnya ke udara. Tiga orang muda disampingnya tak kalah histerisnya, mereka ikutan melempar jas almamater yang digunakannya. Mereka terus berteriak, melompat lompat. Mereka seakan tak ingin mendengar pengumuman selanjutnya.

Suasana pengumuman Lomba Debat Bahasa Inggris itu memang seru. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Islam Sirajul Huda keluar sebagai salah satu kelompok Finalis untuk Lomba Kompetensi Siswa Nasional (LKSN) 2016 ini tingkat Kabupaten Lombok Tengah.

Pria kurus tadi adalah guru pembimbing Bahasa Inggris di sekolah itu, Namanya Agus Ahmadi. Tak hanya dia, semua tim dari sekolah lain terutama Sekolah Negeri juga ikut terperangah mendengar pengumuman Lomba bergensi yang rutin diadakan setiap tahun ini.

“Selama puluhan tahun diselenggarakannya LKSN ini, baru kali ini SMK Swasta masuk sebagai sebagai finalis, wajar gembira seperti itu” Komentar Drs. Setradif salah seorang juri yang juga pengawas Sekolah Menengah di Dinas Dikpora Lombok Tengah.

Agus Ahmadi dengan wajah sumringah langsung minta diwawancarai. Ia samasekali tak menyangka 3 orang siswa binaanya yakni Muhammad Hatoni, Ira Sartika Santi dan Desi Illiana akan keluar sebagai finalis lomba debat ini. Pasalnya, persiapan yang mereka lakukan sangat minim. Hanya 2 hari menjelang debat diadakan.

“Ini kejutan yang sangat luar biasa, semua orang juga terkejut, tidak hanya saya” ujar Ahmadi tersenyum.

Namun demikian, Agus Ahmadi mengakui, kemenangan anak-anak ini bukan tanpa bekal. Bakat bahasa inggris yang muncul dari ketiganya jauh-jauh hari telah dibaca sekolah dan membuat ketiganya difasilitasi kursus bahasa inggris Gratis ke Pare selama tiga bulan.

“Kita memang tidak ada persiapan untuk lomba ini, tapi penggodokan bahasa sudah kita lakukan sejak 6 bulan yang lalu di Pare Jawa Timur” Tandas Ahmadi.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMK Islam Sirajul Huda Suhaili, M. Si di ruang kerjanya mengatakan sangat bangga dengan kemenangan anak-anak didiknya ini. Dikatakannya, ini adalah kemenangan pesantren dan sekolah sekolah swasta yang selama ini dianggap sebelah mata.

“Terus terang saya gerah mendengar beberapa pihak yang masih saja menganggap pesantren kurang bisa menunjukkan prestasi dibanding SMK Negeri atau diluar pesantren. Maka sekarang kami membuktikannya” Tegas dengan nada tinggi.

Menurutnya, SMK di pesantren ataupun SMK Negeri tak jauh berbeda. Bahkan jika di telaah lebih jauh, pesantren memiliki keunggulan tersendiri, selain belajar umum juga belajar agama dan akhlakul karimah.

Karena itu ia menegaskan, pemerintah hendaknya tidak mengkotak-kotakkan pendidikan negeri dan swasta apalagi lebih mengutamakan negeri. Karena potensi yang dimiliki pesantren jauh sangat besar jika dikelola dengan baik.[AJ]