Pesantren Harus Lebih Kreatif dan Inovatif

Seminar-pendidikan
Pesantren tidak hanya memberikan perspektif berbeda dalam model pendidikan dan pengajaran di Indonesia, tetapi juga, ia adalah mozaik yang sangat penting bagi bangsa ini, karena pesantren memberikan kontribusi besar dalam melahirkan kader kader bangsa yang berkarakter. Tantangannya kedepan, pesantren harus lebih kreatif dan inovatif.

Hal tersebut disampaikan Ditjend Pospupam Kementerian Dalam Negeri Frans Sinatra, S.ip, M. Si dalam acara seminar nasional bertema “Peran Pesantren dalam pembangunan pendidikan Berkarakter” di Pondok Pesantren Sirajul Huda Paok Dandak Sabtu 16 April 2016 lalu.

Fran menambahkan, Pondok Pesantren adalah institutsi yang hebat dalam pembentukan tata nilai serta tradisi keagamaan dan keseluruhannya  bertumpu pada pendidikan karakter. Banyak tokoh nasional lahir dari pesantren

"KH. Abdurrahman Wahid adalah salah satu contoh produk pesantren yang terbaik, beliau mantan presiden RI ke 4" tandasnya.

Ketua Lembaga Pendidikan Al Ma’arif NU Drs. H. Lukman Hakim, M. Pd. Senada dengan Fran mengatakan, pesantren tidak sekadar sebagai bengkel moral para tapi kedepannya harus juga menjadi bengkel sosial dalam masyarakat.

Pesantren kedepan tidak hanya diharapkan melahirkan tokoh-tokoh agama, penceramah dan tukang khutbah, tapi juga bisa melahirkan santri-santri kreatif, santri-santri entrepreneur yang memiliki keahlian usaha dan keduniaan.

"Inilah tantangannya, pesantren jangan alergi pada keduniaan, karena ia harus terus solihun kulli zamanin wamakan. Santri harus lebih kreatif dan inovatif dengan tetap mempertahannkan ciri khasnya sebagai pesantren" Tegas Lukman.

Lukman bahkan melempar gagasannya untuk menjadikan pesantren sebagai lembaga tempat wisata ruhani sekaligus dan sebagai tempat magang kerja.

“Saya membayangkan ada pesantren yang menerima lulusan SMA atau Madrasah Aliyah, yang nyantri kerja selama setahun dua tahun sebelum mereka pergi bekerja" Ungkapnya.

RESOURCE : Pondok Pesantren Sirajul Huda Lombok Tengah