Tuan Guru Haji Lalu Sibawaihi Mutawalli Meninggal Dunia

Lagi lagi, salah seorang Tuan Guru kharismatik di Lombok meninggal dunia. TGH. Lalu Sibawaihi Mutawalli pimpinan pondok pesantren Daarul Aitam Jerowaru Lombok Timur.

TGH. Sibawaihi dikenal sangat dekat dengan masyarakat Lombok. Putra Almagfurlah  TGH. Mutawalli ini temasuk Tuan Guru kharismatik dan sangat disegani dan  istiqomah dalam berdakwah.

Selain membina Yayasan Pondok Pesantren Daarul Aitam di Jerowaru Lombok Timur, TGH sibawaih membuka pengajian-pengajian rutin dibanyak tempat bahkan hingga luar pulau lombok.

Ditengah banyaknya tokoh agama/ Tuan Guru yang merangsek ke dunia politik, TGH Sibawaih justru mengambil jalan menjaga jarak dengan politik. Hal ini tercermin dari sikap-sikap beliau yang sangat tegas. Tidak hanya politik, Tuan Guru khos ini bahkan enggan menerima bantuan pemerintah untuk pembangunan di pesantrennya.

Pesantren yang dibangunnya murni dari hasil sumbawangan gotong royong jama'ah. Karena menurutnya, lembaga pendidikan, lembaga sosial yang dibangun dari bantuan-bantuan politik tersebut akan tersandera oleh kepentingan kepentingan tertentu.

Bahkan dibanyak kesempatan, dengan tegas tuan guru kharismatik ini mengecam siapapun yang membangun sarana ibadah ataupun sarana sosial dengan hanya mengharapkan bantuan dari pemerintah.

Alasan tuan guru yang khas dengan baju putih dan sorban hijau ini, sumbangan untuk sarana ibadah atau sosial harus didasarkan niat yang ikhlas tanpa harus diminta. Dan biasanya, jika pemerintah atau para politisi memberikan sumbangan, ada kecenderungan tendensi khusus dan kepentingan politik yang tentu menodai keikhlasan beramal.

‘’Kecenderungan pemerintah atau para politisi memberikan sumbangan, karena ada maunya, bukan semata niat ibadah. Maka, sumbangan seperti itu adalah sumbangan kotor, apalagi dana yang dipakai menyumbang adalah dana diperoleh dengan cara yang tidak halal. Akibatnya, wadah yang menerima sumbangan ikut menjadi ternoda. Kecamnya disebuah kesempatan.

Diakhir-akhir masa hidupnya, tuan guru yang dikenal juga dengan tarekatnya ini, mendirikan padepokan khusus sebagai tempatnya berkhalwat di kawasan hutan Surelalem Pemongkong. Disanalah beliau menerima tamu dan masyarakat sehari-harinya sembari beternak dan bertaman. Semoga arwah beliau diterima di sisi-Nya. Amin.