Penurunan Angka Kemiskinan Loteng Belum Capai 2% Per Tahun

picture-data-kemiskinan-lombok-tengah
Perkembangan indikator ekonomi makro kabupaten Lombok Tengah meliputi delapan indikator diantaranya: Jumlah penduduk, Laju pertumbuhan penduduk, Persentase penduduk miskin, IPM, PDRB Perkapita, Pertumbuhan ekonomi, Angka pengangguran, dan laju inflasi.

Dari delapan indikator tersebut, BPS Kabupaten Lombok Tengah telah merilis hasil perhitungan di 2014 sebagai angka proyeksi pada kebijakan umum APBD tahun anggaran 2014. Jabaran indikator ini sebagaimana tertuang dalam table sebagai berikut:

photo-data-kemiskinan-lombok-tengah
Delapan indikator di atas menjadi satu keterkaitan yang penting untuk di analisis. PRC sebagai Poverty Resources Center berupaya memberikan gambaran awal mengenai empat indikator teratas yaitu Jumlah Penduduk, LPP, PPM dan IPM.sebagai gambaran awal mengenai angka kependudukan di kabupaten Lombok Tengah.

Adapun data-data ini, diolah berdasarkan dokumen Kebijakan Umum APBD (KUA) dan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) kabupaten Lombok Tengah tahun 2015 yang dibahas dalam sidang Paripurna DPRD II selama dua hari pada tanggal 30-31 Oktober lalu bertempat di Hotel Grand Legi Mataram.

(1)Jumlah Penduduk di Kabupaten Lombok Tengah dari tahun 2012 sebanyak 875.231 jiwa mengalami peningkatan sebanyak 6455 jiwa, menjadi 881.686 jiwa ditahun 2013 . Jumlah ini tersebar di 12 Kecamatan, 127 desa dan 12 Kecamatan di Kabupaten Lombok Tengah

Indikator (2)Laju Pertumbuhan Penduduk. Seiring dengan peningkatan jumlah penduduk dari tahun 2012 ke tahun 2013 naik 0,1 persen. Angka ini cendrung naik, namun tidak signifikan. Proyeksi Laju pertumbuhan penduduk mengalami presentase peningkatan sebanyak 0,3 persen tahun ini, Yaitu dari angka 0,74 di tahun 2013 menjadi 1,04 pada tahun 2014. Laju pertumbuhan penduduk ini dipengaruhi oleh tingginya pertumbuhan penduduk alami dan migrasi penduduk ke kawasan Kabupaten Lombok Tengah. Diperkirakan angka ini akan terus meningkat seiring dengan meningkatnya laju pertumbuhan ekonomi kedepan (Sumber: Dokumen KUA PPAS tahun 2015, hal. 9) meski tak disebut secara rinci jumlah pertumbuhan penduduk alami dan jumlah migrasi.

(3)Presentase Penduduk Miskin (PPM) Jumlah penduduk miskin dari tahun 2010 sebanyak 171.353 jiwa, sedang pada tahun 2013 angka ini menurun menjadi 144.012 jiwa. Dengan tren penurunan rata-rata 0,16% dari tahun 2010 sampai 2013 ini, maka untuk tahun 2014 diproyeksikan angka ini akan berada pada kisaran 134.500 jiwa. Sebagaimana grafik perbandingan presentase penduduk miskin Kabupaten Lombok Tengah tahun 2010-2014 berikut ini:

data-kemiskinan-lombok-tengah-image
Tahun 2012 sebanyak 16,71 persen, di tahun 2013 penurunan prosentase ini berada dibawah angka 1 persen yaitu sebesar 0,51 %. Diproyeksi pada tahun 2014 prosentase kemiskinan ini akan menurun sebanyak 1,07 % dari angka 16,20 di tahun 2013 menjadi 15,13 pada proyeksi tahun 2014. Salah satu aspek penunjang penurunan prosentase ini dari peran serta berbagai pihak yang membutuhkan kesinambungan dan partisipasi masyarakat.

Jika dilakukan perhitungan secara logis dalam kerangka kerja penurunan angka kemiskinan maka jumlah kemiskinan di Lombok Tengah seharusnya berada pada angka 11,92% untuk tahun 2014 ini (Lihat MoU TKPKD Lombok Tengah dengan TKPKD Provinsi Nusa Tenggara Barat yang sudah dibuat dua kali berturut-turut yang telah menyepakati angka penurunan kemiskinan di Kabupaten Lombok Tengah akan diupayakan sebanyak 2%/tahun).

Indikator (4) Indeks Pembangunan Manusia (IPM) merupakan pengukuran perbandingan dari harapan hidup, melek huruf, pendidikan dan standar hidup untuk semua Negara di seluruh dunia. Pertumbuhan IPM Kabupaten Lombok Tengah tahun 2010 berada pada angka 60,73 sedangkan pada tahun 2013 berada pada kisaran angka 63,51 atau naik sebesar 0,05%. Untuk tahun 2014 diproyeksi sebesar 64,46 sebagaimana grafik dibawah ini:
data-kemiskinan-lombok-tengah-images

SUMBER : PRC Lombok Tengah