Jelang UKK, Siswa SMK Islam Sirajul Huda Sibuk Buat Film Pendek

smk-islam-sirajul-huda-lombok
Siang itu, tanggal 23 februari 2013, sekelompok remaja berseragam putih abu terlihat asyik berpanas-panas di pinggir jalan raya Montong Gamang, Seorang diantara mereka terlihat menyeberang Zebra Cross sambil asyik menelopon. Dan secara tiba-tiba, sebuah sepeda motor datang dari arah timur dan menabraknya hingga remaja tersebut tersungkur di aspal.
Beberapa orang langsung menolong remaja tersebut. Si penabrak diberhentikan warga dan dimintai keterangannya tentang tragedi naas itu. Penabrak melakukan pembelaan diri bahwa ia sudah sangat pelan dan hati-hati mengendarai sepeda motornya, namun remaja tadi tidak melihatnya karena menyeberang jalan sambil telpon-telponan. Si remaja itu diam dan mengakui pembelaan diri si pengendara, ia mengaku salah dan langsung meminta maaf.
sekolah-menengah-kejuruan
Cerita itu bukan cerita sungguhan, itu adalah adegan yang di perankan anak-anak Multimedia Sekolah menengah kejuruan Islam Sirajul Huda Paok Dandak. Berbekal kamera pocket dan sebuah handphone symbian anak-anak sekolah yang duduk di kelas 3 SMK ini sedang membuat video Ilkan Layanan Masyarakat sebagi tugas Uji Kompetensi pada rangkaian Ujian Nasional tahun ini di sekolah mereka.
Rabi'atun Zaeni, salah seorang dari mereka menjelaskan, pengambilan gambar yang sempat diamati tabayyunews kali ini adalah proyeknya berjudul “selamat menyeberang jalan”.
“Kami ditugaskan membuat film pendek, satu film satu siswa dengan tema yang berbeda-beda” Jelas siswi yang disapa Rabik ini.
Selain Rabik ada 20 siswa lainnya yang membuat proyek serupa. Mereka ada yang mengambil tema sampah, cara memperbaiki HP, menjaga lingkungan hidup, cara membuat kompos dan berbagai tema lain yang dekat dengan keseharian mereka.
uji-kompetensi-smk-lombok
Saeful Hamdi, S. Kom, salah seorang guru multimedia SMK Islam Sirajul Huda saat ditemui di lokasi membenarkan, untuk Uji Kompetensi Kejuruan ini, setiap siswa diwajibkan membuat film pendek berdurasi minimal 10 menit yang berisi iklan layanan masyarakat tentang beragam hal. Video harus memiliki pesan dan logis serta memiliki keterkaitan dengan kehiduan mereka sehari-hari.
"Tugas ini mereka kerjakan sendiri dari awal, mulai pembuatan naskah, pengambilan gambar hingga memproduksinya menjadi sebuah film pendek yang siap tonton" jelas Saeful.
Ia menambahkan, saat ini karena perbedaan tema inilah yang membuat ia mengaku kualahan melakukan bimbingan pada siswa-siswi yang akan ujian nasional pada 14 April mendatang itu.
“mereka ada yang tidak punya alat rekam, ada yang memang tidak bisa karena tidak menguasi materi sehingga saya agak kerepotan membimbingnya” Tambah Saeful.
Karya film pendek inilah nanti yang akan menjadi bahan penilaian penguji dari karya siswa-siswi ini yang langsung mereka buat menjadi CD atau DVD.
Sementara itu, kepala sekolah SMK Islam Sirajul Huda Suhaili, M.Si sangat optimis dengan kemampuan siswa-siswi binaanya.