Sampah Diatas Gili !

trawangan-gili-lombok
Siapa yang tak kenal Gili Trawangan, kebangetan! Begitu kata seorang teman saya dari bandung. Trawangan adalah satu diantara 3 pulau kecil berjuluk Three Gillis yang berada di bagian utara pulau Lombok. Gili Trawangan menyimpan eksotisme pantai yang tiada tara indahnya. Bahkan di sela-sela tumpangan pulang, seorang turis asal hongkong berbisik ke saya, “Its True Paradise”.

Sungguh, lihatlah bebeberapa gambar amatiran yang sempat saya jepret sebelum menulis artikel ini. Tak hanya pantainya, di Gili yang luasnya hanya…. berpenduduk sekitar….ini menyuguhkan indahnya wisata laut. Bersnorkling dan berkeliling Gili dengan kuda adalah pilihan utama yang siap memanjakan urat mata.
Maka jika ke gili jangan lupa bawa kamera bagus, karena anda pasti ingin mengabadikan keindadahan-keindahan alamnya yang tak mungkin berulang, kata mereka peinta photography, Gili inilah syrganya photographer. Wajar!

Tapi, dibalik keindahan Gili Trawangan itu, coba sempatkan diri anda berkeliling gili dan saksikan sebuah ancaman serius berupa sampah yang tak di kelola secara baik. Tempat pembuangan sampah di Gili Trawangan sangat mengkhawatirkan. Sampah dibiarkan menggunung dan di musnahkan dengan cara dibakar. Asap mengepul tebal diatas gili dan pasti akan meracuni manusia dan binatang yang tinggal ditempat itu.

Tak hanya itu, sebagian sampah-sampah itu mulai membusuk dan mengeluarkan Gas metana, bau busuk, ulat dan belatung. Sedihnya lagi, sampah-sampah busuk itu ternyata dimakan binatang seperti sapi dan kambing peliaraan warga, dan ini sangat amat berbahaya.

Sampah beracun, dimakan sapi-sapi, sapi dimakan manusia lalu menjadi serupa bencana penyakit yang tak cepat atau lambat akan membunuh banyak orang di tempat itu.

Kekhawatiran saya bahkan, lima sampai sepuluh tahun kedepan, zat-zat adiktif sampah akan segera turun ke laut, membunuh ikan dan terumbu karang, akan menyapu bersih keindahan bawah laut yang saat ini kita bangga-banggakan. Gili akan menjadi syurganya sampah bukan lagi syurganya photographer. Bahkan lagi, bahkan lagi, ancaman berikutnya Gili tak kan bisa ditinggali, gili bisa tenggelam karena ekosistem darat dan lautnya habis tercemar.

Sampah di Trawangan harus segera dibereskan. Masyarakat, Pemerintah dan para aktifis lingkungan mari selamatkan gili! Kabupaten KLU dan provinsi NTB harusnya berada di depan memikirkannya hal ini jika tak ingin gili tinggal nama, atau gili berjuluk The Lost Paradise (bukan lagi) The True Paradise! seperti kata bule dari Hongkong itu.

Solusi kongkrit yang mungkin bisa saya tawarkan, pemerintah harus segera menyediakan alat pengelola sampah terbaik di Gili Trawangan. Alat itu hendaknya bisa mendaur ulang sampah menjadi sesuatu yang produktif dan bermanfaat.

Cara ini sudah banyak dilakukan di beberapa daerah dan meninggalkan cerita sukses soal pengelolaan sampah daerah-daerah itu. NTB saya kira bisa menjiplak, mengadaptasinya lalu mengeksekusinya dengan cara-cara serupa. Gunakan dana APBD  jika perlu demi suksesnya program ini, rakyat saya kira gak bakal marah sebaliknya mereka akan sangat senang gili mereka terselamatkan.

Tulisan ini sebatas gerutuan yang tak punya dalil-dalil ekonomi dan politik. Gerutuan ini sekadar suara hati tak tertahan setelah baru lalu jalan-jalan ke Gili dan melihat sampah diatas gili trawangan yang begitu mengenaskan. Saya ajak anda “Save Our Gillis!” mari selamatkan gili dari sampah! (Jhellie Maestro)