Peternak Nyalon Kades Karena Nadzar

peternak_ayam_lombok
Lelaki paruh baya itu kami temui sedang duduk di sofa lusuh di retas teras rumahnya. Sarung dan kopyah putih dan badan kotor berlumur kut tampak dibadannya. Ia baru saja memberi makan ribuan ayam peliharaannya yang berkandang sekitar 10 meter saja dari Rumahnya.

H. Akim, begitu ia akrab di sapa tetangga-tetangganya. Laki-laki ini sudah lama dikenal sebagai peternak ayam ini belakangan disebut-sebut juga bakal maju sebagai calon kepala Desa Pendem kecamatan Janapria yang dilaksanakan beberapa bulan lagi.

“Ya benar saya akan ikut meramaikan pilkades, saya serius” Katanya sembari tersenyum.

Uniknya, bapak yang mengaku lebih suka bisnis daripada politik ini mengatakan, keinginannya maju sebagai calon kepala desa bukan didsari hasrat atau nafsu ingin memimpin desanya tersebut, namun lebih dikarenakan Nadzar yang terlanjur ia ucapkan 3 tahun lalu.

“Saya pernah nadzar kalo dapat pelihara 1000 ekor ayam, saya akan mencalonkan diri jadi kades” Katanya menjelaskan sambil tersebnyum.

Akhir tahun lalu, niatnya memelihara 1000 ayam ternyata terpenuhi. Itulah yang menjadi alasan utamanya mencalonkan diri menjadi Kades.

H. Akim berpendapat, menjadi kepala desa memang sulit, tapi jika dilakukan dengan ikhlas akan menjadi mudah. Ia juga mengatakan, satu visinya jika terpilih menjadi kepala desa pendem adalah menciptakan inovasi dan membangkitkan semangat berwirausaha di tengah masyarakatnya.

“Bisnis atau wirausaha ini belum dikembangkan sepenuhnya, itu saja visi saya kedepan” Ungkapnya serius.

Menurut H. Akim, berwirausaha bisa menjadi alternatif pekerjaan yang sangat potensial di tengah masyarakat. Bahkan, ia berpendapat, banyaknya warga Pendem yang pergi merantau menjadi TKI ke malaysia dikarenakan tak adanya peluang usaha lain di kampung halamannya.

“Banyak warga kita ke Malaysia karena disini pekerjaan sulit, sekarang coba mereka buat pekerjaan sendiri” jelasnya.

Ada beberapa bidang wirausaha yang bisa kembangkan masyarakat pendem, misalnya usaha di bidang pertanian, pertukangan, kerajinan dan peternakan seperti yang saat ini ia geluti.

Ia mencontohkan potensi berwirausaha dengan beternak ayam seperti yang digelutinya. Dulu ia hanya memelihara beberapa ekor ayam saja. Setelah ayamnya bertambah hingga 10 ekor, ia mulai berfikir untuk membuat kandang yang lebih besar. Saat itulah ia mulai terinspirasi untuk sekalian memelihar ayam dalam jumlah besar dan dalam beberapa jenis yang beragam.

Saat ini, ia memelihara tak kurang dari 2000 ekor ayam ada yang jenis ayam pedaging dan ayam petelur. Bahkan saat ini ia mengembangkan usahanya membuat alat penetas sendiri. Alat penetas bikinannya bahkan sudah dijual hingga bima dompu dengan harga 700 hingga 900 ribu rupiah.

Dari aktifitas wirausaha ternak yang ia lakukan, ia mengaku bisa mendapatkan keuntungan 5 sampai 10 juta rupiah sebulan.

H. Akim memiliki strategi mengajak warga berwirausaha. Ia mencontohkan, apabila masyarakat setuju memelihara ayam, maka sebagai kepala desa ia akan siapkan 10 ekor Ayam pedaging untuk 1 KK dengan sistem bagi hasil 60-40 bagi desa dan masyarakat.

“kalo misalnya 1 KK dapat pelihara 10 ayam, maka di pendem akan memproduksi 3000 ekor ayam setiap sebulan, kalo itu ayam pedaging kan sangat besar” Katanya.[]