Napak Tilas dan Ziarah Kubur Tanamkan Keteladanan

Untuk mengenang meninggalnya TGH. Muhammad Jamiluddin, santri dan santriwati Ponpes Sirajul Huda Paok Dandak Minggu (16/6) kemarin melakukan napak tilas perjalanan Guru mereka ke beberapa pondok pesantren dan makam ulama di Pulau Lombok.

Pondok dan makam-makam yang dikunjungi santri dan santriwati tersebut adalah makam para ulama dimana Al maghfurlah  TGH. Muhammad Jamiluddin dulu pernah mengaji dan belajar.

Diantara pondok pesantren dan makam yang dikunjungi adalah Makam Datuk Lopan di Ketak Kopang Lombok Tengah, makam TGH. Muhamad Fadil Tohir  di Ponpes At Tohiriyah Al Fadhiliyah Bodak Praya Tengah, makam TGH. Ibrahim Tayyib di Ponpes Uswatun Hasanah cempaka Mantang dan makam TGH. Soleh Hambali di Bengkel Lombok Barat. 

Ketua Harian Yayasan Ponpes Sirajul Huda Paok Dandak Ahmad Jumaili, S, PdI mengatakan, program ziarah dan napak tilas ke ponpes dan makam ini akan dilakukan minimal 6 bulan sekali untuk menanamkan jiwa  keteladanan para ulama kepada para santrinya.

Ditakatakannya, minimal 6 bulan sekali, ia akan mengajak santri-santrinya berkunjung ke semua ponpes yang ada hubungannya dengan Ponpes Sirajul Huda Paok Dandak terutama guru-guru dari Almagfurlah TGH. Muhammad Jamiliddin baik saat masih muda maupun baru-baru ini sebelum Al magfurlah meninggal dunia.

"Secara bergilir, 6 bulan sekali insya allah kita akan mengajak mereka Ziarah dan rihlah untuk mendidik keteladanan dan mereka tak lupa sejarah" jelasnya kepada Tabayyunews di rumahnya.

Diceritakan Jumaili, sejarah TGH. Datok Lopan di Ketak misalnya, erat sekali  kaitannya dengan Ponpes sirajul Huda karena pendiri pesantren sekaligus kakeknya yang bernama Guru Merah pernah berguru dan menjadi tukang gendong Datok Lopan ketika mengaji ke berbagai tempat di Lombok.

Sementara Ponpes Yatofa dan  TGH. Fahil Tohir di Bodak adalah tempat dimana Al Maghfurlah menghabiskan masa mudanya untuk belajar. [Even]