10 Anggotanya Diciduk, Amphibi Aksi Damai Ke Mapolres Loteng

aksi_massa_pamswakarsa_loteng
Tabayyunews.Com - Tak kurang dari 900 orang Pamswakarsa Amphibi melakukan aksi damai di perempatan Mapolres Lombok Tengah Senin, (25/3). Anggota Amphihi yang rata-rata mengenakan seragam orange itu datang menuntut dibebaskannya 10 rekan mereka yang ditangkap polisi karena dugaan terlibat kasus pembunuhan warga Lekor Janapria Lombok Tengah.


Dari pengamatan Tabayyunews, polisi sepertinya sudah siaga sejak pagi. Sekitar 200 Polisi Anti Huru Hara berjaga-jaga di sepanjang jalan Praya. Tak kurang terlihat puluhan Brimob bersenjata lengkap, sebuah mobil water canon dan beberapa mobil pemadam kebakaran disiapkan dan parkir sejak pagi di depan Mapolres.

Aksi yang awalnya diisukan akan berakhir anarkis ini berlangsung damai. Ratusan massa Amphibi mulai bergerak berjalan kaki dari lapangan Muhajirin sekitar jam 12.00 dan berorasi di depan Mapolsek Loteng sekitar pukul 13.00.

Tak lama setelah itu, beberapa petinggi Polres mempersilakan perwakilan Massa Amphibi untuk masukdan menyampaikan keinginannya dan bertemu langsung Kapoles Loteng AKBP Supriyadi SIk. Sebelum masuk, beberapa wakil Amphibi seperti Abdul Kadir Jaelani HM Syar, dan beberapa lagi yang lainnya sempat digeledah karena dikhawatirkan membawa senjata tajam.

Dalam kesempatan itu, perwakilan Amphibi Husen meminta Mapolres agar 10 anggota Amphibi yang sudah ditangkap terkait dugaan keterlibatan aksi pembunuhan itu diperlakukan dengan baik.

Sementara Abdul Kadir Jaelani bahkan meminta kepada Kapolres untuk menangguhkan penahanan pada 10 Anggota Amphibi karena baginya selama ini Amphibi cukup kooperatif bahkan menjalin kerjasama keamanan di loteng.

“Kami minta penagguhan penahanan, sebab selama ini kami sudah menjalin kerja sama yang luar bisa baik dengan polisi dalam memberantas tindak kejahatan di Loteng” tegas Abdul kadir.
  
Menanggapi tuntutan teresebut, Kapolres Lombok Tengah AKBP Supriyadi S,ik mengatakan, penangkapan dan penahanan 10 orang anggota amphibi tersebut telah melalui prosudur UU

“Itu sudah diatur dalam tata cara pemanggilan, penyitaan  serta penangkapan, kita melakukan penangkapan tidak sembarangan” tegasnya.  

Terkait permintaan penangguhan penangan, kapolres mempersilakan pihak Amphibi untuk bersurat resmi kepada polres.[]