MANPUS NTB Gelar Aksi Damai Menolak Calon Kades Busuk

korupsi_ntb_indonesia
Tabayyunews - Menyikapi banyaknya fenomena Politik Uang dalam Pilkades di 6 (Enam) Desa kecamatan Janapria, sekitar 100 massa pemuda yang menamakan diri Masyarakat Anti Politik Uang dan Suap (MANPUS) menggelar aksi damai menolak Politikus dan Calon Kades Busuk di Janapria, Minggu (2/12) siang tadi.

MANPUS  aliansi 13 organisasi kepemudaan se-kecamatan Janapria ini berkonvoi keliling Janapria menggunakan sepeda motor dan menyebarkan selebaran, poster dan spanduk bertuliskan “AMBIL UANGNYA JANGAN PILIH ORANGNYA”.

Koordinator Aksi Sudirman Haryanto, S. Pd yang juga Sekretaris Ikatan Pemudan dan Mahasiswa (IKAMAH) Janapria mengatakan, aksi damai ini digelar guna menghimbau masyarakat agar menggunakan hak pilihnya untuk memilih calon kades Senin (3/12) besok berdasarkan pertimbangan visi-misi, kapabilitas dan akhlak calon bukan sebab mereka di bagi-bagikan uang.

“Senin besok, 6 desa di Janapria akan memilih kepala desanya, kami menghimbau masyarakat untuk tidak tertipu calon kades busuk dan memilih berdasarkan visi-misi bukan sebab mereka diberikan uang” Ujar pemuda yang akrab di sapa Anto ini.

Sementara itu, A’An perwakilan dari Forum Pemuda Petoak dalam orasinya mengatakan, calon kades yang membagi-bagikan uang agar masyarakat memilihnya bukan karakter seorang pemimpin, tapi orang-orang seperti itu adalah pengecut dan berpotensi melakukan korupsi jika mereka terpilih.

“Saya katakan, calon kades yang bagi-bagi uang seperti itu bermental kerupuk, tidak punya visi-misi dan hanya akan menjadikan rakyat sebagai obyek dan berpotensi menjadi koruptor dikemudian hari” Jelas A’an berapi-api.

Ditambahkannya, rakyat harus memilih calon pemimpinnya dengan cerdas dan tidak menggadaikan 6 tahun kepemimpinan kepala desa dengan mencoblos salah dalam 5 menit.

Orator lain Ahmad Jumaili, Ketua Kampung Media At Tabayyun menyampaikan, pemuda desa harus menjadi garda depan pemberantasan korupsi di Indonesia. Menurutnya, terjadinya korupsi dari level desa hingga level nasional saat ini salah satunya dilatarbelakangi oleh gagalnya sistem rekrutmen pemimpin-pemimpin baik di negeri ini. Kegagalan itu terletak pada adanya transaksi uang dalam politik.

Ia menghimbau masyarakat agar tidak menerima uang atau suap dalam bentuk apapun dari calon Kades, Calon Legislatif atau Calon Gubernur.

“Ketika anda menerima uang suap seperti itu, sadar atau tidak berarti anda secara tidak langsung menyuruh para pemimpin anda menjadi koruptor” Terangnya.

Orator lainnya Sahlan dari Ikatan Pemuda Berombok (IPB) menyerukan, korupsi adalah tindakan yang dilarang agama. Baginya memerangi korupsi sama pahalanya dengan berjihad fisabilillah.

“Korupsi itu jelas-jelas diharamkan agama, agama apapun itu termasuk Islam. Orang yang menyogok dan disogok dalam islam di ancam masuk neraka” Tandasnya sembari mengutip hadist nabi lengkap dengan bahasa Arabnya.

13 organisasi yang terlibat dalam aksi MANPUS ini adalah, Ikatan Pemuda dan Mahasiswa (IKAMAH) Janapria, Komunitas Kampung Media AT-TABAYYUN, Ikatan Pemuda Berombok (IPB), Forum Pemuda Petoak (FPP), FKPT, Pemuda Lekor (PELOR), BAJANG PD, Barisan Bersatu (BB) Bolor, FPMB  NETRAL Langko, Banjar MESAK, PARMASI, PP Tonjong dan Remaja Masjid (RM) Batu Belek.  Aksi dimulai dari desa Durian Janapria dan berakhir di Kantor Kecamatan Janapria [Even]