Aliansi Pemuda Suarakan Anti Politik Uang


masyarakat_anti_politik_uang_dan_suap
Menyikapi pemilihan kepala desa (Pilkades) yang akan diselenggarakan secara serentak di 83 desa di Lombok Tengah (Loteng), berbagai organisasi kepemudaan se-Kecamatan Janapria membentuk Aliansi Masyarakat Anti Politik Uang dan Suap (MANPUS). Aliansi ini berencana akan melakukan Aksi Damai dan Konvoi motor dengan tema “Ambil Uangnya, Jangan Pilih Orangnya” pada Senin, 3 Desember 2012 mendatang.

Diskusi dan rencana aksi dihadiri perwakilan 13 organisasi kepemudaan se kecamatan Janapria di Yayasan Pondok Pesantren Sirajul Huda Paok Dandak Desa Durian Kecamatan Janapria Kamis (29/11) kemarin.

Ketua Kampung Media At Tabayyun Ahmad Jumaili, S. PdI mengatakan, dukungan pemuda pada pilkades damai dan anti politik uang ini sebagai bentuk partisipasi pemuda Lombok tengah dalam pesta demokrasi kampung yang akan digelar Senin, 3 Desember 2012 mendatang.

“Pilkades loteng menjadi barometer sehatnya demokrasi kita, indikatornya dua, aman dan tanpa politik uang” Terang Jumaili dalam diskusi tersebut.

Pemuda yang juga menjadi inisiator gerakan ini menambahkan, selama ini memang belum ditemukan bukti-bukti nyata terjadinya praktik politik uang di desa-desa yang sedang melakukan pilkades. Hanya saja menurutnya, politik uang berlangsung secara massif dalam bentuk pemberian uang transport, pemberian sembako, sumbangan jalan, tempat ibadah dan lainnya dan hal ini diaminkan secara kultural.

Sementara itu, Perwakilan Ikatan Pemuda dan Mahasiswa (IKAMAH) Janapria Sudirman Haryanto, S. Pd mengatakan, pemuda adalah tonggak perubahan di negeri ini. Pemudalah yang akan menjadi pemimpin dan pengontrol kebijakan sosial politik masyarakat dan menjadi garda depan perubahan.

“Pemuda harus menyuarakan anti korupsi ini” Ungkapnya.

Ditambahkan Haryanto, politik uang yang dilakukan beberapa calon kades selama ini jelas-jelas tidak mendidik bagi rakyat.

“Sebagai pemimpin mereka harusnya tidak memberikan contoh yang buruk seperti politik uang ini, ini mencederai demokrasi dan mengebiri kedaulatan rakyat” tegasnya.

Haryanto juga mengatakan, cara-cara politik uang yang dilakukan beberapa calon kades ini adalah bentuk ketidakpedean mereka di pilih menjadi pemimpin.

“Nah, tugas kita sekarang, menghimbau kepada masyarakat untuk tidak terkecoh dengan uang dalam memilih” Tandasnya.[Even]