Pengelola Kegiatan PNPM GSC Desa Durian Terbentuk

Logo PNP GSC

Menyusul terealisasinya dana Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Generasi Sehat Cerdas (GSC) di Desa Durian Kecamatan Janapria Kabupaten Lombok Tengah, selasa (1/8) kemarin, pemerintah desa mengadakan Musyawarah Desa dengan agenda meminta pertanggungjawaban Ketua Pengelola Kegiatan (PK) GSC 2011-2012, pengajuan program prioritas dan pengangkatan PK Baru tahun 2012-1013.

Hadir dalam kesempatan teresebut, Kepala DesaDurian H. Mahlan, S. Sos, fasilitator Kecamatan Janapria Ramli, Kepala dusun, tokoh masyarakat dan puluhan kader posyandu se-Desa durian. Agenda kegiatan tersebut yang awalnya direncanakan mulai pukul 8.30 akhirnya dimulai pada 10.30 wita karena banyak peserta yang ditunggu kehadirannya.

Pada sesi pertanggungjawaban, Ketua PK tahun 2011-2012, Sudarman, SP melaporkan, dari total dana PNPM GSC Tahun 2011-2012 sebesar Rp. 124,548,500 yang berhasil di serap program sebesar Rp. 94,642.000 rupiah, tersisa rp. 29,906,500. Dana tersebut dialokasikan, untuk Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Ibu Hamil, PMT Balita, PMT bayi dan honor kader posyandu.

“Dana yang belum digunakan ini masih ada di rekening POKJA dan akan dimasukkan dalam alokasi dana PNPM GSC tahun 2012-2013” Ujar Sudarman.

Seorang peserta musyawarah desa, Ahmad Jumaili, S. Pd sempat mempertanyakan bentuk laporan Sudarman yang tidak mencantumkan dengan rinci penggunaan dana ratusan juta tersebut.

“Laporan saudara Sudarman hanya satu lembar kertas folio dan hanya mencantumkan jumlah dana yang terpakai dan yang tersisa sementara rincian alokasi kepada siapa dana itu sudah diberikan tidak ada” Ungkap Jumaili.

Dalam kesempatananya itu Sudarman menjawab, dirinya dengan 3 orang pengurus yang lain memang tidak sempat mencantumkan semua penggunaan dana tersebut di laporan karena dianggap sudah selesai karena dana langsung di berikan kepada koordinator masing-masing dusun.

“Sudah ada laporannya setiap bulan ke kecamatan, kalo dicantumkan di laporan ini terlalu banyak” Kilah Sudarman.

Di tempat lain, kepala desa durian H. Mahlan, S. Sos juga menyayangkan bentuk laporan tersebut. Dikatakannya, seharusnya memang, laporan-laporan ke kecamatan tersebut dilampirkan 1 sebagai arsip di PK GSC desa supaya bias diketahui kemana saja dana tersebut di peruntukkan.

“Ini sangat penting supaya tak ada yang mempertanyakan seperti sekarang, kalo lengkap kan enak” Sarannya.

PAUD Terpadu menjadi Program Prioritas

Tahun 2012-2013 ini, PNPM GSC desa durian memprioritaskan pembangunan PAUD Terpadu desa. PAUD Terpadu ini nantinaya akan dilengkapi dengan posyandu PAUD yang akan melayani khususnya siswa PAUD terpadu dan siswa 3 PAUD dan 1 TK yang telah ada terlebih dahulu di desa durian.

Dana yang dialokasikan untuk pembangunan PAUD terpadu sebesar Rp 60 Juta yang akan diambilkan langsung dari Dana PNPM GSC tahun 2012-2013 yang berjumlah sekitar Rp125 juta Rupiah.

Kegiatan yang dihadiri 90% kaum ibu tersebut diakhiri dengan pemilihan ketua Pengelola Kegiatan PNPM GSC tahun 2012-2013. Proses pemilihan dilakukan dengan demokratis. Para peserta mengajukan beberapa calon dan kemudian calon-calon tersebut dipilih melalui pemungutan suara. Komposisi yang dibutuhkan dalam program GSC ini adalah 3 orang Pengelola Program yang terdiri dari 1 Laki-laki dan 2 perempuan serta dua orang sebagai pengurus TPMD.

Dalam proses tersebut, muncul lima nama calon yang akan dipilih berdasarkan suara terbanyak. Kelima nama tersebut adalah, Bq. Arlita Ningsih, S. Pd, Bq. Mei Suryaningsih, S. Pd, Ahmad Jumaili, S. PdI, Hendra Lesmana dan Suyanti, S. Pd

Pemungutan suara dilakukan, dan akhirnya menghasilkan suara terbanyak masing-masing berpihak kepada Ahmad Jumaili, S. Pdi yang langsung ditetapkan sebagai ketua pengelola kegiatan PNPM GSC Desa Duria Tahun 2012-2013.

Fasilitator Kecamatan, Ramli mengatakan, sangat senang proses pemilihan ini dilakukan dengan sangat demokratis. Ia mengingatkan, bahwa sesuai dengan tujuan PNPM GSC, arah pengembangan kegiatan tetap mengacu pada prioritas Kesehatan utamanya Ibu Hamil, Bayi, Balita dan Pendidikan. 

"saya berharap, kalo ada anak-anak yang putus sekolah, tolong para kadus segera melaporkan ke pemerintah Desa agar dibantu dengan program ini" Kata Rambli.  

Ramli berpesan kepada sema pengurus terpilih agar mengemban tugasnya dengan baik. Sebagai fasilitator, ia siap membantu apapun agar semua program dan kegiatan di desa durian berjalan dengan baik. Ramli juga mengucapkan terimakasih kepada pengurus GSC lama dan memberikan apresiasinya atas kerja-kerja yang sudah dilakukan selama setahun belakangan ini.

“Saya berharap, tahun ini semua kegiatan di desa dapat berjalan baik. Selalu berkoordinasi dengan pemerintah desa dan kecamatan terutama saya, jika ada hal-hal yang ingin dilaksanakan” Ujarnya seraya menutup kegiatan ini. [AJ/Even]