Warga Lombas Minta Kadusnya Segera Dipecat


Warga Dusun Lombas Desa Dasan Baru Kecamatan Kopang, beberapa hari terakhir kasak kusuk perihal keinginan warga untuk melengserkan H. Nurudin sebagai kepala dusun mereka. Keinginan warga tersebut disebabkan sang Kadus ditenggarai sering bertindak amoral dan melanggar Awik-Awik Dusun.

Salah seorang tokoh Masyarakat Dusun Lombas, Mustafa mengatakan. Keinginan masyarakat untuk memberhentikan kadusnya tersebut sudah berlangsung sejak setahun yang lalu. Namun karena mayoritas masyarakat tidak berani melaporkan ke pihak desa secara resmi maka kasus ini terus berlanjut sampai sekarang.

Awalnya warga lombas enggan menceritakan tindakan amoral seperti apa yang dilakukan H. Nuruddin, namun hari Minggu (29/7) kemarin, Mustafa berhasil dibujuk TabayyuNews untuk bercerita.

Mustafa menceritakan, H. Nuruddin terpilih menjadi kadus tahun 2007 silam. Sejak ia belum menjadi kadus, karakter H. Nuruddin memang kurang baik di masyarakat. Namun ia berhasil terpilih menjadi kadus karena saat itu tak ada satupun masyarakat yang mau di angkat menjadi kadus.

“Dia itu warga satu-satunya yang mau, jadi masyarakat berfikir daripada gak ada ya tidak apa-apa?” Cerita Mustafa.

Namun setahun setelah menjadi kadus, H. Nuruddin mulai bertingkah. Ia tertangkap berduaan dikamar rumahnya dengan seorang gadis didusun Lombas bernama Bunga (Nama Samaran). Kejadian itu membuatnya harus berurusan dengan polisi karena ia tak mau mengawini bunga. Dengan terpaksa, ia mengwaini Bunga, namun baru enam kemudian ia langsung menceraikan Bunga dan Gadis itu mengandung anaknya sendirian.

Kasus tersebut sebenarnya sudah cukup membuat masyarakat Dusun Lombas malu dan ingin memberhentikan H. Nurudin. Namun, karena tak ada satupun yang berani mengusulkan, akhirnya, kasus tersebut didiamkan sampai tahun 2011 lalu.

Kesabaran warga akhirnya habis ketika H. Nuruddin ternyata melakukan tindakan amoral yang kedua pada Pertengahan April 2012 lalu. Kali ini, korbannya Melati (Nama Samaran). Melati yang masih ponakannya ini bahkan diketahui sudah hamil enam bulan. Seperti kejadian pertama, H. Nuruddin tak mau mengawini Melati. Beberapa masyarakat yang tak sabar bahkan sempat memukulinya sebelum kemudian diserahkan ke  Polres Lombok Tengah.

H. Munaris, salah seorang tokoh masyarakat di dusun lombas akhirnya memberanikan diri mengajukan pemecatan terhadap H. Nuruddin melalui surat pribadi yang ditujukan kepada kepala desa Dasan Baru Kecamatan Kopang. Tindakan H. Munaris ini kemudian diikuti warga dengan mengumpulkan Cap Jempol dan Tanda Tangan.

"Kami sudah berikan surat resmi itu ke kepala desa, lengkap dengan jempol dan tanda tangan puluhan warga, kami ingin pokoknya secepatnya diganti karena kami malu, ini menjadi citra buruk buat masyarakat Lombas" Kata H. Munaris geram.

Sampai berita ini ditulis, TabayyuNews belum mendapatkan konfirmasi terbaru dari pemerintah Desa Dasan Baru perihal tuntutan pemecatan kadus Dusun Lombas tersebut.  

Crew TabayyuNews mendatangi kantor desa dasan baru sebanyak dua kali namun tak berhasil menemui kepala desa. Seorang staff desa yang tak mau  di publikasikan namanya mengatakan tak bisa berkomentar banyak perihal kasus tersebut.

“Hanya pak kepala desa saja yang bisa berkomentar kalo masalah itu, kami tak bisa” katanya. [Even]