Silaturrahim Faroek Muhammad Di Ponpes Sirajul Huda Paok Dandak

Prof. Dr. Faroek Muhammad
Anggota Dewan Perwakilan Daerah RI Prof. Dr. Faroek Muhammad, hari minggu kemarin mengunjungi Sekolah Menengah Islam Sirajul Huda di Paok Dandak di Desa Durian, Kecamatan Janapria Lombok Tengah. Kedatangan Jenderal yang juga mantan Rektor Sekolah Militer STPDN ini disambut kepala Sekolah  dan dewan Guru SMKI serta pengurus Yayasan Pondok Pesantren Sirajul Huda Paok Dandak.

Hadir dalam kesempatan itu sejumlah kepala desa di Kecamatan Janapria dan ratusan warga yang merupakan perwakilan warga dari beberapa desa yang tersebar di kecamatan janapria.

Acara diawali dengan sambutan-sambutan dari aparat desa, pengurus yayasan dan pengurus SMK Islam Sirajul Huda dan kemudian dilanjutkan dengan diskusi lepas tentang persoalan-persoalan masyarakat yang dipandu langsung oleh ketua yayasan Ponpes Sirajul Huda Paok dandak H. Abdullah, S. Pd.

Kepala DesaDurian H. Mahlan, S. Sos dalam sambutannya mengucapkan terimakasihnya atas kedatangan Dr. Faroek Muhammad bersama timnya ke Desa Durian.

“Ini merupakan kehormatan tersendiri bagi kami warga Desa Durian Secara Khusus dan Janapria Secara Umum. Jarang ada pejabat yang mau berkunjung ke desa-desa tepencil seperti ini, karena itu kami sampaikan banyak-banyak terimakasih” Kata H. Mahlan.

Dalam kesempatan itu juga, H. Mahlan, S. Sos meminta Faroek Muhammad untuk memperjuangkan UU Desa yang saat ini sedang digarap pemerintah dan DPR di Jakarta.

“Baru lalu kami, semua kepala desa di Lombok Tengah datang ke Jakarta dan menyampaikan aspirasi agar UU itu segera dibentuk karena sangat krusial terkait dengan keberadaan desa di seluruh Indonesia. Apalagi pada bulan November 2012 nanti, 124 Desa di Lombok Tengah akan memilih kepala desa baru dan membutuhkan UU ini sebagai bahan pijakan yang sangat penting dan strategis untuk membangun desanya masing-masing” Ujar H, Mahlan.

Acara silaturrahim yang berlangsung di Mushalla Pondok Pesantren Sirajul Huda Paok Dandak ini beberlangsung meriah sejak pukul 9 Pagi. Dalam sesi tanya jawab, sejumlah warga meminta Faroek Muhammad untuk mendorong pemerintah agar memperhatikan nasib petani di Kecamatan Janapria terutama petani tembakau.

Dalam kesempatan itu, Mahlin salah seorang petani tembakau asal Desa Pendem Janapria menyatakan keluh kesahnya. selama ini pemerintah menurutnya tidak pernah membela petani didepan para investor tembakau terkait harga tembakau di NTB.

“Tidak seimbang biaya tanam yang harus kami keluarkan dengan harga beli dari gudang-gudang tembakau yang ada, padahal tembakau Lombok katanya paling bagus jika dibandingkan dengan tembakau-tembakau di daerah lain di Indonesia” keluh Mahlin.

Ditambahkannya, sebagai  perwakilan rakyat NTB, Prof. Dr. Faroek Muhammad harus memperjuangkan nasib petani tembakau ini dengan mendesak pemerintah untuk menerapkan UU harga dasar tembakau nasional sehingga petani tidak merasa dirugikan oleh perusahaan

“Harga pupuk dan obat-obatan musim tanam tahun ini sangat mahal pak, jadi kami khawatir kalau nanti ketika final tembakau ternyata harga tembakau kering anjlok lagi seperti dua tahun yang lalu. Tolong bapak perjuangkan hal ini” Keluh Mahlin lagi.

Dalam tanggapannya, Faroek mengucapkan banyak terimakasih atas masukan-masukan yang diberikan warga terkait harga tembakau ini.

Diakui Faroek, memang, dalam posisi jual beli, masyarakat seringkali merasa dirugikan perusahaan tembakau. Namun, harus difahami juga, perusahaan-perusahan tersebut orientasinya adalah bagaimana supaya mereka juga tidak rugi. Sehingga, pemerintah daerah khususnya Pemrov yang seharusnya melakukan mediasi antara petani dan pihak perusahaan yang ada di daerah  ini, sehingga masing-masing tidak ada yang merasa dirugikan. 

Bapak yang juga pernah mencalonkan diri menjadi Gubernur NTB pada pemilu 2004 ini mengatakan, sebagai anggota DPD RI, dirinya tidak punya cukup kapasitas untuk melakukan intervensi terhadap perusahaan-perusahaan di Indonesia. Tugas DPD hanya menyerap aspirasi dari masyarakat seperti yang dilakukan pada hari itu.

“Kami di DPD tak memiliki wewenang untuk ini, kami hanya menyampaikan aspirasi yang berhasil diserap dari masyarakat seperti ini, sehingga dalam kebijakan soal investor dan lain-lain kami tak bisa berbuat banyak. Yang persis punya kewenangan itu ya DPR, karena lembaga ini yang membuat UU” jelas Faroek.

Namun demikian, apa yang dikeluhkan masyarakat ini menjadi catatannya dan akan disampaikan dipusat. Acara silaturrahim berakhir pukul 12 siang.  Dalam kesempatan itu, Faroek memberikan sumbangan 1 Set Komputer untuk SMK Islam Sirajul Huda Jurusan Multimedia.

“Sumbangan ini murni ketulusan dari pribadi saya, jangan dianggap ada maksud apa-apa ya, semoga bermanfaat untuk anak didik kita” Ujar Faroek ketika memberikan komputer tersebut secara simbolis dan diterima langsung Kepala SMK Islam Sirajul Huda, Suhaili, M. Si.[AJ-TabayyuNews]